Pendakian Gunung Salak


PENDAKIAN
GUNUNG SALAK PENUH
LIKA-LIKU

            Bagas,Dimas dan Cevin merencanakan untuk melakukan pendakian gunung,mereka pun berbincang bincang di dalam kelas gunung manakah yang akan mereka daki,dan ide pun muncul dalam pikiran bagas.dia memberikan saran untuk mendaki gunung salak saja dan Dimas Cevin pun setuju karna jarak gunung salak tidaklah terlalu jauh.mereka bertiga pun memutuskan untuk mendaki gunung salak setelah selesai ujian tengah semester.namun pada saat bagas meminta izin kepada orang tuanya untuk mendaki gunung salak,orang tua bagas melarangnya karena gunung salak itu angker,dan bagas pun terus merayu orang tuanya untuk memperbolehkan dia berangkat pergi.berbagai cara halal pun gagal untuk merayu sang orangtua,bagas pun berpikir bagaimana caranya agar dia bisa tetap pergi ke gunung salak,pada akhirnya bagas pun berbohong ia mengatakan pada orang tua nya bahwa dia akan kemping di cidahu,orang tua bagas pun menyetujuinya dengan syarat tidak pergi ke puncaknya.

            Bagas pun langsung mengabari kawannya lewat grup whatsapp  bahwa dia di izinkan untuk mendaki.bagaspun bergegas untuk membeli bahan dan makanan  seperti beras,panci,air mineral 2 botol,mie instan,makanan ringan,makanan berat untuk saat mendaki.tidak lupa juga bagaspun menyiapkan barang yang penting dalam dunia pendakian seperti membawa sleepingbag,matras,tenda,kompor portable dan gasnya. pada malam sabtunya bagas pun mulai packing tas carrier nya dan memasukan bahan dan makanannya yang telah ia siapkan,lalu bagas mengabari kawannya bahwa ia sudah siap dan tinggal berangkat.

            Jam menunjukan pukul 03.10 subuh,bagas pun langsung bangun dan segera mandi terlebih dahulu.setelah mandi ia mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat subuh.lalu ia sarapan dulu sebelum berangkat.bagaspun mengabari dimas bahwa bagas dan dimas akan ketemuan di pombensin cikereteg,sedangkan bagas dan dimas bertemu dengan cevin di spn lido,sebelum bagas berangkat dia meminta doa kepada orang tuanya agar selamat bagas pun mengeluarkan motornya dari dalam rumah dan memanaskannya dulu.setelah itu bagas berangkat menggunakan kendaraan bermotor.bagas pun sampai di pombensin dan sudah ada dimas berdiri dengan menggendong tas carriernya,saya pun mengisi bensin terlebih dahulu.setelah mengisi bensin bagas dan dimas menuju cevin yang ada di spn lido.setelah sesampai di spn lido bagas dan dimas bertemu dengan cevin,kami bertiga pun berbelanja dulu ke indomaret membeli gas portable.setelah itu mereka bertiga berangkat menuju basecamp gunung salak dengan berbonceng tiga,sebenernya itu hal yang sangat konyol  haha.

            Mereka  bertiga pun sampai di base camp gunung salak via cimelati,bagas dimas dan cevin pun bersantai santai dulu di basecamp sambil ngopi dan bercerita ria sambil tertawa tawa.akhirnya kami berhenti mengobrol dan memutuskan untuk mulai mendaki pukul 07.30 pagi.sebelum berangkat mereka berdoa terlebih dahulu,setelah berdoa mereka pun mulai melangkahkan kaki ke gunung salak,awal awal perjalanan mereka bertiga menikmati perjalanannya,belum sampai pos simaksi pun bagas.dimas dan cevin sudah kelelahan dengan trek salak yang tanjakkannya bikin ngos-ngosan,bagas,dimas dan cevin pun beristirahat sejenak terlebih dahulu sambil minum,setelah itu mereka bertiga pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pos simaksi.

            Bagas,dimas dan cevin pun sampai di pos simaksi taman nasional gunung salak via cimelati yang dimana pos simaksi tersebut sedang tahap pekerjaan,sebenernya jalur ini belum diresmikan oleh pihak TNGHS,mereka bertiga memilih jalur cimelati karena lebih cepat untuk menuju puncak gunung salak 1,jadi mereka bertiga melalukan pendakian illegal,tapi itu semua menjadi tantangan bagi mereka bertiga.di dalam perjalanan mereka bertiga menikmati suasana alam yang ada di gunung salak,suara kicauan-kicauan burung,dan juga ada jejak kaki macan saat kita melewati jalur,disitu pun ada rasa ketakutan dan ingin puter balik daan ingin pulang.

            Dengan ciri khasnya gunung salak,kabut tebal sudah mulai naek ke atas,disaat itu mereka sedang makan mie di pos 3,dengan melihat kabut mereka pun langsung merapihkan barang barangnya dan memasukan kedalam tas carriernya,mereka pun melanjutkan perjalanan.bagas,dimas dan cevin sudah mulai kelelahan karna trek semakin curam dan lembab.hati kecil bagas pun berbisik untuk tidak melanjutkan perjalanan,namun di dalam diri bagas mempunyai satu tekad yaitu puncak manik.dimas dan cevin pun sudah mulai letih padahal kita sudah mau sampai puncak.


            Dan akhirnya mereka pun sampai di puncak,perasaan yang campur aduk antara sedih dan senang,bagi mereka mendaki gunung salak adalah hal yang sangat luar biasa dengan keindahan alamnya.di puncak manik mereka bertiga pun mencari tempat untuk mendirikan tenda,setelah mendirikan tenda bagas dimas dan cevin langsung ganti pakaian,lalu mereka bertiga langsung menyiapkan kompor portable untuk memasak.saat mereka memasak hujan pun turun,untungnya saja tenda sudah berdiri.mereka masak nasi terlebih dahulu lalu memotong tempe,mengiris bawang merah,ikan teri,cabe rawit yang diiris,setelah nasi sudah masak lalu menggoreng tempe dan bahan lainnya yang sudah di siapkan.setelah sudah jadi mereka pun menyantapnya dengan lahap sekali sampai tidak ada sisa sebutir nasi pun.hujan pun reda mereka bertiga keluar dari tendanya untuk melihat pemandangan kota dengan cahaya cahaya lampu yang sangat indah sekali sambil menyantap kopi kapal api hehe.

            Pagi pun tiba mereka bertiga langsung bergegas untuk keluar tenda untuk melihat pemandangan alam yang sangat indah walaupun tidak ada lautan samudra hehe.lalu mereka pun berfoto foto untuk mengabadikannya di galeri handphone nya.setelah berfoto foto dimas dan cevin membuat mie instan dan kopi hangat.setelah itu mereka pun bercerita betapa indahnya alam ini.sesudah itu mereka langsung merapihkan barang bawaannya untuk turun dari puncak.rasanya ingin sekali menetap di puncak dan tidak ingin pulang namun ada orang tua yang sudah menunggu.



~SELESAI~

Komentar

Postingan Populer